KEBO ANABRANG

Masa mudanya begitu terkenal. Pemuda Anabrang, begitulah penduduk biasa memanggil. Sesuai dengan tempat tinggalnya yang berada di sebuah pulau.Sering ia menyeberang ke Jawadwipa mencari keperluan hidup. Selat yang cukup luas itu hanya disebranginya dengan sebuah sampan kecil. Namun tangan kekarnya mengayuh dayung kayu dengan kuat sehingga sampan kecil itu melaju deras. Kadang malah ia melompat dan berenang sebelum sampan itu menepi.
Beberapa tahun kemudian pemuda Anabrang masuk menjadi prajurit Shingasari. Kehebatan dan ketaatannya membuat karirnya bak bintang. Gelar Kebo dia dapatkan. Kedudukan sebagai salah satu senapati juga diraihnya.  Kini Kebo Anabrang menjadi seorang bangsawaan Shingasari.
Kehebatannya dalam mengarungi lautan menjadikan dirinya sering terpilih sebagai salah satu senopati yang melakukan ekspedisi ke negeri seberang. Namun hal itu juga yang disesali Kebo Anabrang. Saat Shingasari diserang gelang-gelang ia sedang melakukan ekspedisi. Ia tidak sempat membela rajanya, Kertanegara. Pulang ke Shingasari sudah berganti penguasa, Jayakatwang.
Beruntung ia bertemu dengan menantu prabu Kertanegara, Raden Wijaya yang mengasingkan diri bersama beberapa senapati lain untuk menyusun kekuatan. Kebo Anabrang pun bergabung. Hingga Raden Wijaya bisa mengalahkan Jayakatwang dan mendirikan Kerajaan Majapahit.
Kebo Anabrang kembali mendapat kedudukan salah satu senapati di Majapahit. Kesetiaannya pada raja begitu kuat.  Ia sering diutus menumbangkan pemberontakan yang merongrong wibawa majapahit. Salah satunya pemberontakan Ranggalawe. Semua Kebo Anabrang kalah melawan Ranggalawe. Ia kemudian lari dan menceburkan diri di Sungai Tambak Beras. Dari sungai Kebo anabrang berseru menantang Ranggalawe. Ranggalawe yang naik darah segera melompat ke sungai tanpa berpikir panjang.  Ranggalawe lupa jika Kebo Anabrang piawai di perairan. Dia begitu lincah dan memperdayai Ranggalawe. Ranggalawe pun mati di tangan Kebo Anabrang. Namun Lembu Sora yang dari tadi berteriak-teriak dari pinggir sungai agar Kebo Anabrang tidak membunuh Ranggalawe yang masih keponakannya, melembar tombak dan mengenai Kebo Anabrang. Kebo Anabrang pun mati. Dua Senapati Majapahit yang gagah perkasa yakni Ranggalawe dan Kebo Anabrang tewas secara mengenaskan.  Kabut duka melingkupi Majapahit. Kedukaan dari para pembesar Majapahit banyak ditujukan untuk kematian Ranggalawe.

Komentar